Jose Mourinho Ungkap Problem yang Berlangsung di Manchester United

Jose Mourinho Ungkap Problem yang Berlangsung di Manchester United

Mantan pelatih Manchester United, Jose Mourinho, menyatakan waktu sudah memperlihatkan jika metode manajerialnya di Old Trafford bukanlah faktor kegagalannya sejauh menukangi Red Devils.

Jose Mourinho yang sukses mengantarkan Man United menuju tempat ke 2 di Liga Inggris pada kompetisi musim 2017-18, mendapatkan pemecatan di bulan Desember 2018 usai memperoleh hasil yang tidak begitu bagus pada kompetisi musim 2018-19.

Ole Gunnar Solskjaer yang jadi pengganti dia, awalnya bisa memberi asa. Solskjaer memberi sepuluh kemenangan dari 11 laga perdananya.

Namun, usai statusnya jadi permanen, penampilan United mengalami penurunan drastis. United cuma bisa menyabet 2 kemenangan dari 9 laga dan menyelesaikan kompetisi musim di tempat ke 6.

Pada wartawan Prancis, Mourinho menyatakan ada permasalahan didalam tim dan ia tak memperoleh suport maksimal dari banyak elemen kesebelasan.

“Secara umum, pemain-pemain bisa mengalami adanya soal tertentu, khususnya saat Kamu bertanya banyak dari mereka. ”

“Saya betul-betul diperas, kayak jeruk. Saat Kamu punya sekelompok bintang yang amat profesional yang ambisius, pekerja keras dan berkualitas, di tim terstruktur, Kamu tak mendapatkan permasalahan ini. ” Tutur Mourinho.

Mourinho jua menyatakan saat kerja ia tak mau ada dewan yang mengendalikannya, pasalnya ia beranggapan hal tersebut bukanlah karakter dia.

“Aku tak mau jadi orang baik, sebab orang baik usai 3 bulan jua tak habis dengan bagus. ” Jelas Mourinho.

Berlaga Sambil Cedera, Mourinho Puji Lindelof

Berlaga Sambil Cedera, Mourinho Puji Lindelof

Pelatih Manchester United, Jose Mourinho, memberikan pujian pada beknya, Victor Lindelof yang masih berlaga habis-habisan menghadapi Crystal Palace, walau tengah cedera.

United berlaga seri 0-0 dengan Palace di lanjutan pertandingan Liga Premier Inggris di Old Trafford, hari Sabtu (24/11) malam WIB. Di partai itu, Lindelof sendiri lagi-lagi diturunkan menjadi starter.

Pemain bertahan Tim nasional Swedia tersebut dipasangkan bersama Chris Smalling pada barisan belakang Setan Merah. Menjelang penghujung laga, Lindelof nampak berjalan sambil menahan sakit pada salah satu bagian pahanya. Tapi dia terus berlaga sampai penghujung pertandingan, di mana dia sempat mementahkan 2 kesempatan emas yang didapat Crystal Palace.

“Aku yakin Lindelof cedera. Aku terus menyatakan ini merupakan periode cedera. Apabila mereka tak terluka dengan timnas, mereka bergabung menuju klub dan masuk ruang perawatan,” tutur Mourinho pada Soccerway.

“Dia berlaga menghadapi Rusia di 3 atau 2 hari lalu, namun pastinya, kami memerlukannya. Ia mungkin penggawa terbaik kami. Ia merupakan salah satu pemuda pemberani, namun ia mungkin menghukum diri sendiri. Aku tak paham berapa lama ia bakal tidak ikut serta, namun ia merupakan contoh yang luar biasa,” Mourinho melanjutkan.

Lindelof sendiri sudah memperkuat United di dalam 15 laga pada seluruh kampanye musim ini.