Arema FC Bakal Untung Besar dalam 2 Pertandingan Kandang

Arema FC Bakal Untung Besar dalam 2 Pertandingan Kandang

Arema FC harus merugi karena 5 pertandingan kandang sisa musim Liga 1 2018 seharusnya dimulai tanpa keberadaan penggemar sebab mendapat sanksi dari Komdis PSSI.

Ketua panpel Arema FC, Abdul Haris, menjelaskan jika petinggi harus merugi dengan jumlah setingkat lebih dari Rp satu Miliar.

Kesebelasan berjulukan Singo Edan bakal melawan Bali United di 20 Oktober 2018, PSMS Medan di 28 Oktober 2018, Perseru Serui di 11 November 2018, Barito Putera di 24 November 2018, serta Sriwijaya FC di 7 Desember 2018.

Tapi Abdul menjelaskan jika dari 5 pertandingan markas sisa itu, melawan Bali United serta Sriwijaya FC lah yang semestinya memberikan keuntungan lebih.

“Dari 5 pertandingan home tersisa, yang pentontonnya diperkirakan banyak ini merupakan ketika menghadapi Bali United serta Sriwijaya FC, ” katanya diberitakan BolaSport. com melalui Surya Malang.

Jika saja Arema FC tak mendapat sanksi dari PSSI, maka petinggi bakal mendapat, untung yang lumayan.

Hal tersebut sebab 2 kesebelasan yang bakal dijamu memilki pemain-pemain terkenal seperti Irfan Bachdim, Ricky Fajrin, Ilija Spasojevic, Esteban Vizcarra, serta Alberto Goncalves.

Tapi Abdul berperilaku profesional pada keputusan PSSI serta masih bakal melakukan pertandingan itu tanpa keberadaan penonton.

“Yang tentu 2 pertandingan ini dapat menarik atusias pendukung. Namun, laga ini seharusnya masih digelar walau tanpa penonton, ” tutupnya.

Tim Nasional Italia Rindukan Goal Seorang Striker

Tim Nasional Italia Rindukan Goal Seorang Striker

Ketiadaan para striker yang subur jadi permasalahan kentara pada tim nasional Italia sekarang. Kesebelasan beralias Gli Azzurri (Si Biru) tengah mengalaminya walau berhasil menekuk Polandia di turnamen UEFA Nations League.

Tim nasional Italia menekuk tuan rumah Polanda 1-0 di dalam pertandingan UEFA Nations League pada Chorzow, Pekan (14/10/2018) ataupun Sabtu dini hari WIB.

Goal tunggal armada Roberto Mancini dicetak bukanlah oleh seorang ujung tombak, melainkan pemain bertahan yang beroperasi di sektor sayap Cristiano Biraghi mendekati penghujung laga.

Pertandingan terakhir tim nasional Italia yang dihiasi goal oleh ujung tombak mereka merupakan duel persahabatan melawan Belanda, empat Juni 2018.

Italia main seri 1-1 di Turin dengan goal mereka dibukukan oleh Simone Zaza.

Berikutnya, tidak muncul kembali nama para striker yang masuk papan score.

Pencipta goal tim nasional Italia di dalam 4 pertandingan terbaru merupakan pemain berposisi gelandang Jorginho, pemain sayap Federico Bernardeschi, serta sekarang pemain bertahan yang beroperasi di sektor sayap Cristiano Biraghi.

Padahal, Roberto Mancini menjalani start bersama sinyal baik kala datang 2 nama striker, Mario Balotelli serta Andrea Belotti, pada papan score di partai debut melawan Arab Saudi (28/5/2018).

Tapi, seiring faktor inkonsistensi bintang serta preferensi taktik Mancini, tim nasional Italia tengah rindu peran goal melalui lini ujung tombak.

Hal itu jadi ironi sebab Gli Azzurri tenar menjadi produsen striker elit legendaris di dalam sejarahnya.

Cukup angin segar barangkali datang di dalam duel terakhir vs Polandia.

Roberto Mancini di dalam susunan pertama menempelkan trio striker yang setingkat lebih berkarakter pemain sayap ofensif: Lorenzo Insigne, Federico Chiesa, serta Bernardeschi.

Ke 3 nya menjalani peran bergantian menjadi para striker semu (false nine).

Tapi, tim nasional Italia anyar betul-betul dapat menyarangkan goal usai masuk ujung tombak debutan bernomor punggung 9, Kevin Lasagna.

Bukanlah mustahil Lasagna akan kerap jadi ujung tombak opsi yang baik buat Mancini di pertandingan-pertandingan selanjutnya.

“Sungguh kisah yang mengesankan untuk saya. Menurut impian yang jadi realita dapat membela timnas, ” tutur Lasagna, dilansir BolaSport. com melalui Tuttomercatoweb.

“Saya senang bisa turut serta di dalam kemenangan itu usai team saya melepas beberapa peluang, ” jelasnya.

Pencipta goal tim nasional Italia dibawah didikan Roberto Mancini

melawan Arab Saudi 2-1 (Mario Balotelli, Andrea Belotti)
melawan Prancis 1-3 (Leonardo Bonucci)
melawan Belanda 1-1 (Simone Zaza)
melawan Polandia 1-1 (Jorginho)
melawan Portugal 0-1
melawan Ukraina 1-1 (Federico Bernardeschi)
melawan Polandia 1-0 (Cristiano Biraghi)

Kiper Persebaya Ungkap Insiden saat Ditantang Aremania

Kiper Persebaya Ungkap Insiden saat Ditantang Aremania

Kiper Persebaya Surabaya, Alfonsius Kelvan, jadi satu dari sekian banyak incaran yang menerima perlakuan negatif melalui oknum Aremania di partai lanjutan Liga satu 2018 pada Stadion Kanjuruhan, Malang di Sabtu (6/10).

Di partai itu, Alfonsius Kelvan didatangi dengan satu dari sekian banyak pentolan Aremania, Yuli Sumpil. Melalui rekaman video yang tersebar pada wartawan sosial, Yuli Sumpil nampak merobek-robek kertas di hadapan bintang-bintang Persebaya kala kesebelasan ke 2 kesebelasan sedang menjalani pemanasan di jeda fase perdana.

Malahan, Yuli Sumpil pun pernah adu mulut bersama bintang yang akrab dipanggil Alfon itu. Untung saja tersedia bintang-bintang Bajul Ijo serta dewan Panpel Arema FC yang memisahkan ke 2 belah dewan.

2 hari usai kejadian itu, Alfon menceritakan kronologi kala banyak pendukung memasuki sedang gelanggang.

Alfon menyatakan, pada antar pendukung itu adalah meluncurkan duit menuju arah bintang kala turun minum pertandingan weekend ke-24 ini.

“Waktu ini mengapa dapat pendukung memasuki di dalam gelanggang. Aku suruh bintang lainnya mengundurkan diri, namun aku telah tak pernah. Tangan aku pun pernah pada pukul serta maki aku, ” tutur Alfon kala pelatihan pada Stadion Semangat Bung Tomo, Senin (8/10), diberitakan BolaSport. com melalui Tribun Jatim.

“Saya merupakan orang yang tempramen. Namun, aku ingat dapat bisa sanksi serta tengah gunakan seragam Persebaya. Kesebelasan itu setingkat lebih raksasa melalui nama aku. Aku mau memegang nama bagus Persebaya, ” imbuhnya.

Walau mendapat perlakuan yang tidak begitu menyenangkan, penjaga gawang berumur 29 musim ini mengajak supaya bonek tidak berbuat hal sama.

Dia pun menduga kala ini, para oknum Aremania masuk di dalam situasi mabuk sebab dia mencium bau minuman fatal.

“Bonek jangan mereplika tingkah laku menurut ini, sebab rombongan saya seharusnya dewasa menyikapi ini. ”

“Kalau dapat kita sambut keduanya bersama bagus pada sini, jika butuh rombongan saya memberi bunga pada bintang keduanya, ” jelasnya.

Spurs Butuh Pengorbanan untuk Taklukkan Messi

Spurs Butuh Pengorbanan untuk Taklukkan Messi

Manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, percaya anak asuhnya perlu beberapa pengorbanan buat dapat menjinakkan bintang sekelas Lionel Messi.

Spurs bakal menjalani laga fase Grup B Liga Champions kontra Barcelona di Stadion Wembley, Rabu (3/10/) waktu setempat.

Menghadapi pertandingan itu, Pochettino sangat mewaspadai ancaman kunci melalui bintang paling baik dunia, Lionel Messi.

Ya, menurut juru tak-tik berumur 46 tahun itu, Messi adalah ancaman paling besar untuk skuatnya pada pertandingan itu.

Dia juga meminta anak asuhnya dapat bahu-membahu supaya Messi tak menghindarkan diri dari pantauan serta menjadikan ancaman mematikan di hadapan gawang klub .

“sudah pasti serta sederhana jika team saya butuh berada dekat dengannya kala dia mendapat bola, ” tutur Pochettino melalui Sky Sports.

“Jika memberikannya ruang, dia bakal menghindarkan diri dari pantauan. Team saya butuh saling membantu. Diperlukan pengorbanan serta mereka bakal menunjukkan berbagai energi, ” jelasnya.

Menyambut laga sukar itu, Spurs tak dibela 5 pesepakbola vital, yaitu Jan Vertonghen, Mousa Dembele, Christian Eriksen, Dele Alli, serta Serge Aurier.

Tottenham pun cuma bermodalkan kekalahan pada laga perdana Grup B Liga Champions.

Ya, Spurs mendapatkan hasil negatif 1-2 vs Inter Milan di Stadion Giuseppe Meazza pada 18 September 2018.

6 Mantan Bomber Arsenal Yang Mampu Menjadi Penerus Arsene Wenger

arsene wenger

Pasca takluk 2-1 dari Brighton, Arsenal menuai 4 ketinggalan berturut-turut buat pertama kalinya semenjak tahun 2002. Alhasil, 22 tahun kebersamaan Arsene Wenger bersama The Gunners bisa selesai dengan buruk.

Sekarang satu-satunya impian pelatih Prancis itu guna memompa trofi cuma didalam perlombaan Liga Europa. Tetapi, para pendukung rasanya sudah tidak mau menjumpai Wenger ada di Emirates.

Wenger boleh saja keluar dari Arsenal didalam waktu dekat. Tetapi, pertanyaan besarnya siapa yang bakal dipilih team buat mereplace kunjungi web ini pria berumur 68 tahun itu.

Ex pesepakbola mungkin begitu diperlukan selama masa transisi di Arsenal. Dibawah ini 6 ex pemain Arsenal yang dapat dipertimbangkan buat mereplace Arsene Wenger

1. Sol Campbell

Sol Campbell membikin keputusan berani ketika beralih dari Tottenham menuju Arsenal di tahun 2001. Defender tengah itu lalu membikin 135 debut buat The Gunners jelang beralih ke Pompey di tahun 2006.

Meskipun pernah jadi salah satu bek cemerlang di Arsenal dan bekerja menjadi duta klub, Campbell kesulitan memperoleh posisi manajerial senior semenjak pensiun di tahun 2012. Ia sempat mengikuti kursus kepelatihan yang diselenggarakan federasi sepakbola Wales hingga mendapatkan lisensi UEFA Pro di tahun 2017 sebelum dia mendapat undangan buat jadi asisten manajer Trinidad & Tobago.

Campbell kerap melamar ikuti tautan ini posisi manajerial di Inggris tetapi dengan konsisten ditolak, belakangan oleh tim Liga 1 Oxford United di bulan Februari.

Itu bisa saja tidak bakal menghentikannya buat masuk musim pengganti Arsene Wenger, tetapi kemungkinan dia sebagai pelatih selanjutnya mungkin nyaris nol.

2. Dennis Bergkamp

Dennis Bergkamp menikmati karir 11 tahun yang populer bersama Arsenal usai joint dengan Inter di 1995. Bintang berdarah Belanda itu sukses membukukan total 423 debut dan menghasilkan 120 gol buat The Gunners pra pensiun di 2006.

Usai pensiun, Bergkamp menolak beberapa posisi di Arsenal dan bersikeras jika dia tidaklah berniat berganti menjadi manajer. Tetapi, di tahun 2008, Bergkamp menghabiskan pendidikan diploma kepelatihan yang cuma tersedia buat ex bintang dunia Belanda.

Usai menyelesaikan diploma pada tahun 2009, dia menjadi pemimpin tim U12 Ajax menjelang dipromosikan sebagai asisten pelatih tim U19 di tahun 2010. Satu tahun kemudian dan Bergkamp diakui sebagai asisten pelatih De Boer pada tim utama.

Bergkamp akhirnya ditendang coba kunjungi website aslinya bersama dengan pelatih Marcel Keizer dan asisten yang lainnya Hennie Spijkerman di 2017 usai mereka tidak berhasil masuk ke Liga Champions dan Liga Europa via babak penyisihan.

‘nonflying Dutchman’ masih tetap diingat di Emirates, di mana ia dibuatkan patung di luar Clock End di tahun 2014. Tetapi demikian, dengan pengalaman manajerialnya yang limit, Bergkamp bisa saja bukanlah pilihan primadona petinggi Arsenal.

3. Patrick Vieira

Vieira merupakan kapten Arsenal ketika The Gunners terakhir kalinya sukses memompa trofi Premier League di tahun 2005.

Pengalaman mengasah pria Prancis tersebut akhirnya terwujud 6 tahun berselang, ketika dia mendapat peran menjadi pengembangan bintang remaja Manchester City. 2 tahun berselang, dia diumumkan menjadi pelatih tim simpanan baru team dan Elite Development Squad.

Di tahun 2015, Vieira mengambil jabatan manajerial senior pertamanya, ketika dia dipromosikan menjadi manajer New York City. Pada musim pertamanya bersama dengan klub MLS, legenda Arsenal tersebut memperoleh peringkat ke-2, sebelum mereka terlempar pada babak semifinal menghadapi Columbus Crew.

4. Thierry Henry

Pria Prancis ini melakukan 254 debut bagi Arsenal diantara 1999-2007 dan sebagai penghasil gol paling banyak team dari 228 gol. Ia lalu ditunjuk oleh Roberto Martinez menjadi coba lihat di sini asisten pelatih team nasional Belgia di 2016.

Sehabis mengalami ketinggalan didalam laga pertamanya jadi asisten manajer, Henry semenjak itu menyokong Les Diables melangkah didalam 15 pertandingan berturut-turut tidak dapat di kalahkan, di mana mereka meraih kemenangan 11 kali dan berlaga draw 4 kali.

Setelah belum lama ini memperoleh Lisensi UEFA Pro, legenda The Gunners ini barangkali berminat memperoleh ranking manajer kepala. Henry awalnya pun mengakui bahwa, bila Arsenal datang memberikan tawaran, dia tidaklah akan menolak peluang guna mengurus bekas klubnya, dengan menyatakan: “Bila Anda suka suatu tempat dan mereka memohon pertolongan, Anda pasti akan rela mengatakan iya.”

Bila dia mampu mendapatkan tugas tersebut, Henry diinginkan dapat membuat penampilan manajerial yang lebih gemilang dibanding rekannya sesama pandit Sky Sports Gary Neville.

5. Giovanni van Bronckhorst

Van Bronckhorst bisa saja tidak begitu diingat oleh fans Arsenal dibandingkan dengan pengganti berpotensi yang lain, tetapi pria berdarah Belanda ini mempunyai CV yang sangat mengagumkan ketika menjadi manajer.

Bronckhorst cuma melakukan 42 debut bagi The Gunners sehabis ia joint dengan Rangers di 2001 jelang ia beralih menuju ke Barca 2 tahun berselang. Usai pensiun di 2010, ex midfielder itu menghabiskan waktu menjadi asisten pelatih U21 Belanda sebelum ia ditunjuk menjadi asisten pelatih Feynoord di bawah Ronald Koeman di tahun 2011.

Di tahun 2001, Van Bronckhorst dinyatakan menjadi pelatih baru Feynoord pasca kepergian Fred Rutten. Di musim penuh pertamanya menjadi pelatih, baca lebih lengkap ia sukses menjuarai Piala KNVB setelah team itu menaklukan Utrecht 2-1 pada final. Satu tahun berselang, Van Bronckhorst merengkuh prestasi yang sangat baik dan menjuarai gelar Eredivisie bagi Feyenoord buat pertama kalinya didalam 18 tahun.

Bursa ini, Feyenoord menderita kemerosotan dan sekarang ini bercokol di ranking Ke-5 pada klasemen sementara Eredivisie.

6. Mikel Arteta

Mantan pesepakbola Arsenal yang lainnya yang memiliki relationship bersama Manchester City, Mikel Arteta dapat dibilang menjadi keputusan paling baik guna menggantikan Arsene Wenger di Emirates jika dia memilih untuk hengkang.

Arteta joint bersama Arsenal melalui Everton di tahun 2011 dan lalu membikin 110 debut bagi team London utara hingga dia pensiun di 2016. Pria Spanyol tersebut mengawali di dunia kepelatihan di Etihad di mana dia di pilih menjadi asisten pelatih oleh Pep Guardiola di tahun 2016.

Keahliannya bersama The Citizens tampaknya menarik atensi petinggi Arsenal. The Gunners bakal mengalami kompetisi sengit dari ex team Arteta yang lainnya bila mereka berminat menjajal merekrutnya sehabis Everton diberitakan juga memiliki minat terhadapnya.

Disisi lain, pesepakbola Arsenal diberitakan tidak suka dengan inisiatif agar dikomandoi oleh salah satu ex teman satu klubnya yang mereka anggap sombong.

5 Pesepakbola Termahal di Bursa Transfer Musim Dingin

5 Pesepakbola Termahal di Bursa Transfer Musim Dingin

Bursa perpindahan punggawa pada bln Januari bakal ditutup tak lama lagi. Oleh karenanya, seluruh tim Eropa musti beraksi cepat tuk menyelesaikan transfer di musim dingin kali ini. Umumnya, nggak banyak kesebelasan yg mau menginvestasikan biaya besar buat menandatangani pesepakbola di bl Januari. Walaupun demikian, jua ada kepindahan tidak murah yng sempat terwujud pd waktu ini. Dibawah ini merupakan lima transfer paling mahal yg sudah berlangsung di bursa transfer musim dingin, sebagaimana menurut Anakgawang.com.

Lucas Moura – Sao Paulo menuju PSG (£38 juta) – Lucas bersepakat dg jawara Prancis dengan mahar besar dr Sao Paulo di th 2013 lampau. Ketika berlaga di Sao Paulo, dia memainkan 87 laga dgn membikin 22 goal & mencatatkan 19 operan. Sejumlah kalangan yng memprediksikan Lucas bakalan kesusahan di Eropa, apalagi dirinya jg memiliki label biaya yg tinggi. Tapi, dia sukses membungkam setiap kecaman serta jadi sebelah vital dr tim PSG. Lucas merumput lumayan istimewa di Prancis dg membuat 45 skor & menciptakan lima puluh umpan didalam 229 partai selama ini.

Fernando Torres – Liverpool menuju ke Chelsea (£50 juta) – Roman Abramovich mem bayar nyaris lima puluh jt pound tuk mendapat Torres dr Liverpool pd bln Januari 2011 silam. Dari data website klasemen Liga Inggris, sehabis membikin 81 goal di dalam 141 laga buat The Reds, banyak sekali hal besar yng didambakan dr ‘El Nino’. Biarpun demikian, dirinya tak dapat main bersinar sama seperti ketika berseragam Liverpool. Tetapi, dia membuat sejumlah skor yang penting, beberapa diantaranya adalah kala vs Barcelona di Camp Nou di laga Liga Champions dan memainkan fungsi utama didalam kemenangan Chelsea pd kompetisi Liga Europa thn 2013 lampau. Dia menghabiskan 2 kompetisi musim terakhir di Stamford Bridge dgn berstatus pinjaman menuju kesebelasan lainnya, sebelum akhirnya datang lagi kembali menuju ke tim masa kecilnya, yaitu Atletico Madrid.

Oscar – Chelsea menuju Shanghai SIPG (£60 juta) – Oscar gabung dg Chelsea di thn 2012 serta segera mewarisi no: punggung Drogba. Ia mengkonfirmasi dirinya di kesebelasan sehabis membikin brace indah kontra Juventus di dalam partai penyisihan grup Liga Champions. Oscar berlaga di Chelsea sepanjang 4 th namun tetap tidak mengeluarkan seluruh keahlian terbaiknya di sini. Berdasarkan catatan dari situs livescore Liga Inggris ini, dirinya memainkan 203 laga tuk Chelsea dgn membuat 38 goal & mencatatkan 37 operan.

Virgil Van Dijk – Southampton menuju ke Liverpool (£75 juta) – Liverpool menghabiskan musim panas pd th 2017 kemarin dg berusaha mendatangkan Van Dijk. Sang punggawa malah pernah mengajukan permohonan kepindahan walaupun pd akhirnya ditolak oleh petinggi Southampton. Liverpool rupa2nya tetap masih tak mengubur perhatian mereka buat memboyong Van Dijk di Januari 2018. The Reds lalu menebus 75 m poundsterling serta menjadikan Van Dijk menjadi bek termahal di dunia. Punggawa yang berasal dari Belanda tersebut menciptakan permulaan yg baik di Liverpool usai dirinya membikin skor kemenangan didalam partai Piala FA vs Everton.

Philippe Coutinho – Liverpool menuju Barcelona (£142 juta) – Kisah Coutinho nyaris sama dgn Van Dijk. Barca menghabiskan seluruh bursa transfer pd musim panas thn 2017 yang lalu tuk menandatanganinya, & Coutinho malahan mengajukan permohonan perpindahan yng pd akhirnya ditolak. Sepanjang di Merseyside, Coutinho menurunkan 201 laga buat tim dg membuat 54 goal & menciptakan 45 umpan. Kesebelasan Liverpool telah menjalani beragam jalan tuk merayunya supaya bertahan di Anfield. Tapi, Coutinho mempunyai mimpi besar buat merumput di Camp Nou, & saat Barcelona tiba dgn proposal 142 jt pound, Liverpool nggak memiliki opsi selain membiarkannya hijrah.

Orang Asia Boleh Bangga Dengan Pesepakbola Ini

Keisuke Honda (lahir 13 Juni 1986) merupakan pemain sepakbola Jepang yang ‘merumput’ tuk klub Serie A Milan dan tim nasional sepakbola Jepang. Dia main sebagai gelandang menyerang, namun dia bisa bermain di sayap atau menjadi deep-lying playmaker. Honda sudah sering dimainkan sebagai pemain sayap sisi kanan musim 2014-15 Serie A. Ia pun dikenal untuk akurasinya dari gaya tendangan bebas, kemampuan dribbling, dan supply spesialis bola mati.

Keisuke Honda

Lahir serta dibesarkan di Osaka, Honda sudah menjadi punya tim muda junior lokal i Gamba Osaka, namun tak dipromosikan ke tim muda utama. Setelah lulus dari SMA Seiryo, Honda mengawali karir profesionalnya di tahun 2004, dengan bagian Liga J1 Nagoya Grampus. Pada Desember akhir 2009, Honda ditransfer menuju klub Rusia yaitu CSKA Moskow. Honda menandatangani kontrak Empat tahun. Biaya transfer tidak diungkapkan, namun VVV-Venlo dikatakan begitu puas dengan biaya semacam itu cocok harga yang dimintai mereka dipercaya ada di € 6 juta. Honda menjalankan debut kepada CSKA dalam laga Liga Champions lawan Sevilla. Di leg ke-2 di Seville, ia menyarangkan gol keberhasilan lewat tendangan bebas langsung buat CSKA usai menyiapkan gol pertama untuk Tomáš Necid. Kemenangan 2-1 (tapi berita lain bilang 3-2) tuk mengirim klub menuju perempat final, menjadikan Honda pemain Jepang perdana yang ada di perempat final dan pencetak pertama gol dalam tahap knock-out. Honda menyarangkan gol liga pertamanya 12 Maret 2010, dalam penampilan kandang menghadapi Amkar Perm. Dia menyarangkan gol di menit ke-3 injury time, slotting umpan dari Necid dengan kaki kirinya. Tujuannya, dia meraih kemenangan buat CSKA Moskow.

27 Oktober 2013, manager Milan, Massimiliano Allegri meinformasikan kesepakatan kepada Honda tuk bergabung bersama Milan atas status bebas transfer bulan Januari 2014. Honda resmi joint dengan tim 4 Januari 2014 secara kontrak yang berlangsung tiba Juni 2017 dan akan menggunakan nomor 10. Pada 12 Januari 2014, Honda menjalankan debut sebagai pendatang pengganti Robinho di Serie A kekalahan 4-3 Sassuolo. Pada 15 Januari, Honda mencetak debut full untuk Milan, mencetak gol pada kemenangan perempat final agregat 3-1 Coppa Italia menghadapi Spezia. Dia membuat Serie pertamanya gol di Genoa-Milan, yang dijuarai Rossoneri 1-2. Kontribusi Honda buat Milan di paruh dua musim 2013-14 ditunjuk mengecewakan, dan dia sendiri menyatakan bila “ini bukan saya”.

Tahun 2005 FIFA World Youth Championship dia adalah bagian dari timnas sepakbola Jepan dan main untuk timnas U-23, yang memenuhi syarat buat Olimpiade Musim Panas 2008 final kompetisi sepakbola. Dia membentuk debut internasional penuh tuk Jepang 22 Juni 2008 di penyisihan Piala Dunia FIFA lawan Bahrain. Pada 14 Juli 2008, secara resmi dinobatkan sebagai seorang gelandang tim sepakbola Jepang U-23 nasional tuk kompetisi sepakbola Olimpiade Beijing. Dia membuat gol pertamanya tuk timnas senior 27 Mei 2009 di laga persahabatan menghadapi Chile di Stadion Nagai dan semenjak itu sudah diberi julukan “Kaisar Keisuke”. Dirinya sudah mencetak 20 gol di 52 pertandingan kepada Jepang Timnas sepak bola dari laganya di era 2008, dan seterusnya.

Gaya Bermain Keisuke Honda

Setelah dilihat lama bermain di dunia olahraga sepakbola, Honda adalah pemain yang hebat dalam tendangan bebas dan bisa masuk ke kandang lawan dari sektor sayap kiri maupun kanan. Dalam hal bertahan juga dia menjadi yang terbaik di klub CSKA Moskow maupun AC Milan.

Kehidupan Pribadi Keisuke Honda

Datang dari keluarga pecinta olahraga, kakak Keisuke Honda pun pesepakbola. Paman Honda, Daisaburo merupakan atlet kano yang mewakili Jepang di Olimpiade Tokyo 1964. Sepupu dari Keisuke Honda, Tamon Honda, pegulat serta mantan pegulat diOlimpiade profesional, yang berpartisipasi didalam 3 Olimpiade gulat gaya bebas tahun 1984, 1988, lalu 1992. Menikahi guru TK, Misako.

Prestasi keisuke Honda

  • Russian Premier League: 2012–2013
  • Russian Super Cup: 2013
  • Supercoppa Italiana: 2016
  • AFC Asian Cup: 2011
  • Asian Golden Ball Award: 2013
  • Japanese Footballer of the Year: 2010