Archive October 2018

Hadapi Timnas U-19 Indonesia, Ini Senjata Timnas U-23 UEA

Hadapi Timnas U-19 Indonesia, Ini Senjata Timnas U-23 UEA

Tim nasional U-19 Indonesia bertemu tim nasional U-19 Uni Emirat Arab (UEA) adalah pertandingan penentu kelolosan menuju perempat-final Piala Asia U-19 2018. Melawan tim Garuda Nusantara, Batelli Ludovic, juru tak-tik tim nasional U-19 UEA mengira bakal jadi pertandingan yang sukar.

“Saya prediksi menghadapi Indonesia merupakan yang sukar. Ali Saleh adalah senjata rombongan saya di dalam laga mendatang kontra Indonesia, ” tutur Batelli Ludovic.

Batelli Ludovic pun sudah menegaskan 1 bintang yang ia perlukan guna melawan tim nasional U-19 Indonesia. Kala melawan Egy Maulana dkk, Batelli bakal mengandalkan Ali Saleh Amro.

“Ali Saleh merupakan bintang yang baik, aku perlu ia guna rival Indonesia, ” tutur Batelli. “Selain ini, beberapa pertimbangan yang seharusnya dibikin guna menentukan siapa yang bermain berikutnya. ”

Di dalam 2 pertandingan vs Qatar serta Taiwan, Ali Saleh sesungguhnya stabil menyarangkan goal. Ali Saleh menyarangkan 1 goal ketika menghadapi Qatar di Kamis (18/10). Lantas di pertandingan melawan Taiwan, Pekan (21/10), Ali Saleh memasukkan 2 skor.

Tim nasional U-23 UEA punya kesempatan yang raksasa guna melaju menuju perempat-final Piala Asia U-19 2018. Pasukan Batelli memuncaki klasemen sedangkan pada Grup A usai memperoleh kemenangan melalui pertandingan vs Qatar serta Taiwan.

Arema FC Bakal Untung Besar dalam 2 Pertandingan Kandang

Arema FC Bakal Untung Besar dalam 2 Pertandingan Kandang

Arema FC harus merugi karena 5 pertandingan kandang sisa musim Liga 1 2018 seharusnya dimulai tanpa keberadaan penggemar sebab mendapat sanksi dari Komdis PSSI.

Ketua panpel Arema FC, Abdul Haris, menjelaskan jika petinggi harus merugi dengan jumlah setingkat lebih dari Rp satu Miliar.

Kesebelasan berjulukan Singo Edan bakal melawan Bali United di 20 Oktober 2018, PSMS Medan di 28 Oktober 2018, Perseru Serui di 11 November 2018, Barito Putera di 24 November 2018, serta Sriwijaya FC di 7 Desember 2018.

Tapi Abdul menjelaskan jika dari 5 pertandingan markas sisa itu, melawan Bali United serta Sriwijaya FC lah yang semestinya memberikan keuntungan lebih.

“Dari 5 pertandingan home tersisa, yang pentontonnya diperkirakan banyak ini merupakan ketika menghadapi Bali United serta Sriwijaya FC, ” katanya diberitakan BolaSport. com melalui Surya Malang.

Jika saja Arema FC tak mendapat sanksi dari PSSI, maka petinggi bakal mendapat, untung yang lumayan.

Hal tersebut sebab 2 kesebelasan yang bakal dijamu memilki pemain-pemain terkenal seperti Irfan Bachdim, Ricky Fajrin, Ilija Spasojevic, Esteban Vizcarra, serta Alberto Goncalves.

Tapi Abdul berperilaku profesional pada keputusan PSSI serta masih bakal melakukan pertandingan itu tanpa keberadaan penonton.

“Yang tentu 2 pertandingan ini dapat menarik atusias pendukung. Namun, laga ini seharusnya masih digelar walau tanpa penonton, ” tutupnya.

Tim Nasional Italia Rindukan Goal Seorang Striker

Tim Nasional Italia Rindukan Goal Seorang Striker

Ketiadaan para striker yang subur jadi permasalahan kentara pada tim nasional Italia sekarang. Kesebelasan beralias Gli Azzurri (Si Biru) tengah mengalaminya walau berhasil menekuk Polandia di turnamen UEFA Nations League.

Tim nasional Italia menekuk tuan rumah Polanda 1-0 di dalam pertandingan UEFA Nations League pada Chorzow, Pekan (14/10/2018) ataupun Sabtu dini hari WIB.

Goal tunggal armada Roberto Mancini dicetak bukanlah oleh seorang ujung tombak, melainkan pemain bertahan yang beroperasi di sektor sayap Cristiano Biraghi mendekati penghujung laga.

Pertandingan terakhir tim nasional Italia yang dihiasi goal oleh ujung tombak mereka merupakan duel persahabatan melawan Belanda, empat Juni 2018.

Italia main seri 1-1 di Turin dengan goal mereka dibukukan oleh Simone Zaza.

Berikutnya, tidak muncul kembali nama para striker yang masuk papan score.

Pencipta goal tim nasional Italia di dalam 4 pertandingan terbaru merupakan pemain berposisi gelandang Jorginho, pemain sayap Federico Bernardeschi, serta sekarang pemain bertahan yang beroperasi di sektor sayap Cristiano Biraghi.

Padahal, Roberto Mancini menjalani start bersama sinyal baik kala datang 2 nama striker, Mario Balotelli serta Andrea Belotti, pada papan score di partai debut melawan Arab Saudi (28/5/2018).

Tapi, seiring faktor inkonsistensi bintang serta preferensi taktik Mancini, tim nasional Italia tengah rindu peran goal melalui lini ujung tombak.

Hal itu jadi ironi sebab Gli Azzurri tenar menjadi produsen striker elit legendaris di dalam sejarahnya.

Cukup angin segar barangkali datang di dalam duel terakhir vs Polandia.

Roberto Mancini di dalam susunan pertama menempelkan trio striker yang setingkat lebih berkarakter pemain sayap ofensif: Lorenzo Insigne, Federico Chiesa, serta Bernardeschi.

Ke 3 nya menjalani peran bergantian menjadi para striker semu (false nine).

Tapi, tim nasional Italia anyar betul-betul dapat menyarangkan goal usai masuk ujung tombak debutan bernomor punggung 9, Kevin Lasagna.

Bukanlah mustahil Lasagna akan kerap jadi ujung tombak opsi yang baik buat Mancini di pertandingan-pertandingan selanjutnya.

“Sungguh kisah yang mengesankan untuk saya. Menurut impian yang jadi realita dapat membela timnas, ” tutur Lasagna, dilansir BolaSport. com melalui Tuttomercatoweb.

“Saya senang bisa turut serta di dalam kemenangan itu usai team saya melepas beberapa peluang, ” jelasnya.

Pencipta goal tim nasional Italia dibawah didikan Roberto Mancini

melawan Arab Saudi 2-1 (Mario Balotelli, Andrea Belotti)
melawan Prancis 1-3 (Leonardo Bonucci)
melawan Belanda 1-1 (Simone Zaza)
melawan Polandia 1-1 (Jorginho)
melawan Portugal 0-1
melawan Ukraina 1-1 (Federico Bernardeschi)
melawan Polandia 1-0 (Cristiano Biraghi)

Kiper Persebaya Ungkap Insiden saat Ditantang Aremania

Kiper Persebaya Ungkap Insiden saat Ditantang Aremania

Kiper Persebaya Surabaya, Alfonsius Kelvan, jadi satu dari sekian banyak incaran yang menerima perlakuan negatif melalui oknum Aremania di partai lanjutan Liga satu 2018 pada Stadion Kanjuruhan, Malang di Sabtu (6/10).

Di partai itu, Alfonsius Kelvan didatangi dengan satu dari sekian banyak pentolan Aremania, Yuli Sumpil. Melalui rekaman video yang tersebar pada wartawan sosial, Yuli Sumpil nampak merobek-robek kertas di hadapan bintang-bintang Persebaya kala kesebelasan ke 2 kesebelasan sedang menjalani pemanasan di jeda fase perdana.

Malahan, Yuli Sumpil pun pernah adu mulut bersama bintang yang akrab dipanggil Alfon itu. Untung saja tersedia bintang-bintang Bajul Ijo serta dewan Panpel Arema FC yang memisahkan ke 2 belah dewan.

2 hari usai kejadian itu, Alfon menceritakan kronologi kala banyak pendukung memasuki sedang gelanggang.

Alfon menyatakan, pada antar pendukung itu adalah meluncurkan duit menuju arah bintang kala turun minum pertandingan weekend ke-24 ini.

“Waktu ini mengapa dapat pendukung memasuki di dalam gelanggang. Aku suruh bintang lainnya mengundurkan diri, namun aku telah tak pernah. Tangan aku pun pernah pada pukul serta maki aku, ” tutur Alfon kala pelatihan pada Stadion Semangat Bung Tomo, Senin (8/10), diberitakan BolaSport. com melalui Tribun Jatim.

“Saya merupakan orang yang tempramen. Namun, aku ingat dapat bisa sanksi serta tengah gunakan seragam Persebaya. Kesebelasan itu setingkat lebih raksasa melalui nama aku. Aku mau memegang nama bagus Persebaya, ” imbuhnya.

Walau mendapat perlakuan yang tidak begitu menyenangkan, penjaga gawang berumur 29 musim ini mengajak supaya bonek tidak berbuat hal sama.

Dia pun menduga kala ini, para oknum Aremania masuk di dalam situasi mabuk sebab dia mencium bau minuman fatal.

“Bonek jangan mereplika tingkah laku menurut ini, sebab rombongan saya seharusnya dewasa menyikapi ini. ”

“Kalau dapat kita sambut keduanya bersama bagus pada sini, jika butuh rombongan saya memberi bunga pada bintang keduanya, ” jelasnya.

Spurs Butuh Pengorbanan untuk Taklukkan Messi

Spurs Butuh Pengorbanan untuk Taklukkan Messi

Manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, percaya anak asuhnya perlu beberapa pengorbanan buat dapat menjinakkan bintang sekelas Lionel Messi.

Spurs bakal menjalani laga fase Grup B Liga Champions kontra Barcelona di Stadion Wembley, Rabu (3/10/) waktu setempat.

Menghadapi pertandingan itu, Pochettino sangat mewaspadai ancaman kunci melalui bintang paling baik dunia, Lionel Messi.

Ya, menurut juru tak-tik berumur 46 tahun itu, Messi adalah ancaman paling besar untuk skuatnya pada pertandingan itu.

Dia juga meminta anak asuhnya dapat bahu-membahu supaya Messi tak menghindarkan diri dari pantauan serta menjadikan ancaman mematikan di hadapan gawang klub .

“sudah pasti serta sederhana jika team saya butuh berada dekat dengannya kala dia mendapat bola, ” tutur Pochettino melalui Sky Sports.

“Jika memberikannya ruang, dia bakal menghindarkan diri dari pantauan. Team saya butuh saling membantu. Diperlukan pengorbanan serta mereka bakal menunjukkan berbagai energi, ” jelasnya.

Menyambut laga sukar itu, Spurs tak dibela 5 pesepakbola vital, yaitu Jan Vertonghen, Mousa Dembele, Christian Eriksen, Dele Alli, serta Serge Aurier.

Tottenham pun cuma bermodalkan kekalahan pada laga perdana Grup B Liga Champions.

Ya, Spurs mendapatkan hasil negatif 1-2 vs Inter Milan di Stadion Giuseppe Meazza pada 18 September 2018.